Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Enam Tipe Cinta

"Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki"
(Kejadian 2:22-23).


Tuhan menciptakan wanita berbeda dari pria. Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk pria, supaya wanita menjadi bagian dari pria yang akan dijaga dan dikasihinya. Tuhan menciptakan wanita supaya pria tidak sendirian dan kesepian. Tuhan menciptakan wanita supaya mereka saling melengkapi dan menjadi sempurna.

Dalam mitologi Yunani, ada 6 macam model cinta. Keenam model tersebut adalah Eros, Ludus, Mania, Storge, Pragma, dan Agape. Berikut akan dijelaskan mengenai masing-masing model cinta tersebut.
  1. Eros
    Eros adalah jenis cinta sebatas fisik, romantis, bahkan terkadang erotis. Biasanya, cinta Eros terjadi pada pandangan pertama. Kebanyakan punya ketertarikan kuat terhadap penampilan fisik disertai emosi dan komitmen yang kuat terhadap pasangannya.


    Jenis cinta ini banyak dialami remaja. Cinta Eros menggebu-gebu dan berani mengambil resiko. Dalam pacaran, mereka menganggap penting mengenai ciuman dan pelukan. Biasanya, kehangatan cinta ini dapat dirasakan sampai tiga bulan pertama. Dunia seolah-olah hanya milik berdua.

  2. Ludus
    Jenis cinta yang penuh dengan permainan, godaan, dan cumbu rayu yang tiada hentinya. Penganut cinta Ludus tidak pernah serius dalam soal cinta. Mereka mudah bosan dengan pasangannya.


    Tipikal pecinta Ludus adalah percaya diri. Melakukan permainan cinta memerlukan kepribadian yang kuat. Oleh karena itu, mereka pandai membohongi pasangannya. Jenis cinta ini bersifat dangkal dan mudah beralih.

  3. Mania
    Mania sebenarnya merupakan gabungan dari Eros dan Ludus. Cinta yang obsesif, penuh cemburu, suka menguasai, dan selalu bergantung kepada pasangannya. Mania cenderung memiliki sifat destruktif. Dunia serasa kiamat apabila penganut ini mengalami putus cinta.


    Penganut cinta ini selalu merasakan ketakutan untuk berpisah, cenderung untuk cemburu, dan posesif. Tahapan ini mengubah hubungan menjadi nyata. Penganut Mania tidak pernah membiarkan pasangannya melihat ketidaksempurnaan di dalam diri sendiri.

  4. Storge
    Cinta akan tumbuh perlahan melalui pengalaman bersama. Cinta Storge muncul dari sebuah persahabatan yang mantap, membumi, dan dapat bertahan lama. Biasanya, jenis cinta ini dialamai oleh mereka yang sudah berpacaran selama 6-12 bulan.


    Pecinta Storge sering menyebut, "Kekasih saya adalah sahabat yang terbaik." Asmaranya tidak lagi menggebu, karena selalu merasa bahagia saat bersama-sama. Pertengkaran tidaklah lagi menjadi isu yang dominan.

  5. Pragma
    Kombinasi dari Storge dan Ludus. Biasanya, Pragma dianut oleh mereka yang memiliki kepribadian dewasa dan matang. Mereka cenderung bersikap realistis dan praktis.


    Dalam berpacaran, Pragma merupakan tahapan cinta ketika memasuki bulan ke-12 hingga ke-18. Kebersamaan yang dirasakan seolah-olah seperti bersama dengan seorang sahabat baik. Dalam tahap ini, getaran cinta sudah mantap.

  6. Agape
    Agape selalu memberi tanpa pamrih. Jenis cinta ini menunjukkan bahwa cinta memiliki kekuatan yang melebihi ego dan fisik semata. Inilah cinta yang tidak egois.


    Seseorang yang dengan setia mengurus kedua orang tuanya yang sudah renta merupakan salah satu perwujudan cinta Agape. Hanya memberi tak harap kembali. Agape merupakan perwujudan cinta yang tertinggi.

Sumber: Majalah FOKUS edisi Februari 2007.

Kamis, 03 Maret 2011

Feng Shui dan Iman Kristen

Dewasa ini feng shui banyak digunakan orang-orang untuk mendapat petunjuk agar dapat memperoleh yang terbaik dalam hidupnya; baik bisnis atau apapun. Tetapi bila terdapat pertanyaan, "Apakah kita orang beriman boleh percaya kepada feng shui?" Jawabannya cuma 1, yaitu tidak. Mengapa orang Kristen tidak boleh percaya?

Sebenarnya, feng shui (feng = angin dan shui = air) merupakan paham Taoisme tentang misteri angin dan air. Dalam ajaran Taoisme, manusia hidup dalam keselarasan dengan alam dan memiliki 2 unsur yang bertentangan. Unsur tersebut adalah YIN (bersifat feminin/gelap/dingin) dan YANG (bersifat maskulin/panas/terang).

Ada juga istilah Chi, yaitu energi halus yang dapat membawa kebahagian, kedamaian, dan kemakmuran yang berlimpah. Sedangkan istilah Sha Chi merupakan hawa maut yang membawa kemalangan. Di dalam feng shui, ada cara untuk menangkap energi Chi dan menangkal energi Sha Chi. Maka prinsip feng shui adalah menjaring gelombang tenaga yang baik dan menetralisir gelombang tenaga jahat. Untuk menjaring Chi dapat dijalankan melalui:
  1. Perhitungan arah mata angin (utara, selatan, timur, dan barat)
  2. Perhitungan alam lingkungan (letak, tinggi-rendah tanah, sungai, dll.)
Selain itu, terdapat pula faktor waktu; baik waktu lahir maupun angka-angka yang menentukan baik-buruknya nasib manusia. Waktu kelahiran ini dihitung berdasarkan horoskop 12 shio (12 binatang yag menguasai masing-masing tahun dalam siklus). Menurut legenda, ada 12 binatang yang datang berturut-turut kepada sang Buddha sebelum meninggalkan dunia. Kedua belas binatang tersebut adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Sebagai hadiah dari sang Buddha, masing-masing binatang ini diberikan 1 tahun penghormatan. Namun, ada legenda yang lain bercerita bahwa terjadi keributan antar binatang di bumi. Dewa langit pun memberikan masing-masing 1 tahun supaya tidak ada pertengkaran di antara 12 binatang tersebut.

Selain siklus 12 shio, terdapat pula 5 unsur alam: air, kayu, api, tanah, dan logam. Satu unsur menguasai 1 tahun periode pertama, diganti unsur selanjutnya, dan unsur seterusnya secara bergantian. Ada 3 macam pendapat mengenai susunan unsur, yaitu:
  1. Rumusan "menghasilkan"
    Dalam sistem ini, logam akan menghasilkan air, air menghasilkan kayu, dst.
  2. Rumusan "mengontrol"
    Dalam sistem ini, logam akan dikontrol api, api dikontrol air, dst.
  3. Rumusan global
    Urutan yang menguasai siklus 12 tahun.
    Misalnya, tahun 2011 merupakan tahun kelinci logam.



Feng Shui di Mata Kristen
    Keberatan teologis
  • Dalam unsur YIN dan YANG, keselarasan tidak dapat disesuaikan dengan iman kristen. Dalam ajaran Kristen, 2 unsur yang selalu bertentangan (baik dan jahat) tidak dapat diselaraskan. Kebahagian dan keselamatan seseorang tidak tergantung pada 2 unsur tersebut, melainkan hanya dapat dicapai dengan kemenangan atas kebaikan melawan kejahatan
  • Apakah benar 5 unsur yang menguasai alam? Bagi orang Kristen, justru Yesus Kristus yang merupakan penguasa dunia.
  • Dapatkah letak pintu, rumah, dsb. dapat mempengaruhi kebahagiaan dan rejeki kita? Dalam kasus-kasus tertentu, feng shui kurang masuk akal.
  • Karena feng shui berkaitan dengan waktu/tahun, maka tidak dapat diterima bahwa manusia berada dalam pengaruh watak atau sifat shio tertentu.Kita adalah manusia bebas dan kitalah yang membuat hidup.
    Keberatan praktis
  • Tidak atau kurang cocoknya satu sama lain. Artinya, ramalan orang yang satu berbeda dengan yang lain.
  • Seringkali ramalan itu bersifat kabur. Misalnya, diramalkan di tahun X terjadi banyak kemalangan. Namun, di tahun x tersebut juga diramalkan banyak pula hal-hal baiknya.
  • Sulit menilai kebenaran banyak ramalan tersebut.
  • Sering kali orang dikondisikan oleh ramalan. Orang tersebut dibentuk, dipengaruhi, dan diberi sugesti oleh ramalan.
  • Ramalan berfungsi sebagai jimat (maskot) atau menambah kepercayaan diri seseorang.
  • Feng shui hanya bersifat membantu dan tidak dapat memberikan jaminan 100%.
  • Bahasa ramalan sering tidak pasti.
  • Dunia barat yang hidup tanpa feng shui juga bisa sukses dan kaya.
  • Perusahaan yang tidak menggunakan feng shui toh tidak kalah sukses dengan perusahaan yang menggunakan feng shui.


Sumber: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1917476-feng-shui-dan-iman-kristen/

Kamis, 13 Januari 2011

Bila Topan K'ras Melanda Hidupmu (KJ 439)

"Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
(Refrein)
Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ’kan kagum oleh kasih-Nya.
Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.
"


Lagu ini sangat populer dan dinyanyikan oleh anak-anak di sekolah minggu, di kalangan muda-mudi sampai orang dewasa. Lirik lagunya sangat menyentuh dan memberi hiburan di tengah pergumulan hidup. Iramanya pun ringan dan lincah, sehingga dapat ikut mengangkat kita keluar dari beban yang berat dalam hidup ini.

Tapi tahukah Anda? Lagu ini memiliki judul asli "When Upon Life’s Billows/Count Your Blessing". Lagu ini diciptakan pada tahun 1897 oleh Johnson Oatman Jr. dan Edwin Othello Excel. Berikut adalah sejarah singkat mengenai pencipta lagu ini.

Seorang pengkhotbah awam Methodist yang bernama Johnson Oatman Jr. (1856-1922) merupakan pengarang syair lagu ini. Sejak kecil, Oatman sudah terbiasa mendengar dan menyanyikan lagu-lagu gereja; ayahnya merupakan seorang penyanyi yang cukup terkenal.


Pada faktanya, ia bukan pendeta dan tidak pernah menempuh pendidikan theologi. Tetapi, karena kepandaiannya, ia sesekali diminta untuk berkhotbah. Tugasnya sehari-hari adalah sebagai seorang administrator pada sebuah perusahaan asuransi besar di New Jersey. Di samping tugasnya yang cukup sibuk itu, ia berhasil mengarang 5000 syair lagu. Lagu lain yang cukup terkenal adalah “Kudaki Jalan Mulia” (KJ 400).

Lagu “Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu” merupakan lagu yang paling terkenal ciptaan Oatman. Lagu ini dinyanyikan hampir di seluruh dunia. Seorang penulis pernah mencatat bahwa lagu ini ibarat "sinar matahari yang menerangi tempat-tempat gelap di dunia". Hal ini dikarenakan banyaknya orang-orang dewasa yang menyanyikan lagu tersebut dalam kebaktian. Bahkan, dalam paduan suara pun, lagunya seolah-olah bersiul dengan gembira.


Adapun pengarang melodi lagu ini adalah Edwin Othello Excel, seorang komponis yang cukup terkenal saat berkembangnya lagu-lagu penginjilan. Excel lahir di Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1851. Pada umur 20 tahun, ia sudah sudah menjadi guru menyanyi dan mendirikan sekolah-sekolah menyanyi. Dia diakui sebagai seorang pemimpin menyanyi yang sangat berbakat. Ia mengarang lebih dari 2000 lagu dan menerbitkan sendiri 50 buku nyanyian. Dalam suatu kegiatan penginjilan pada tahun 1921, ia tiba-tiba jatuh sakit dan meninggal pada umur 70 tahun.

Sumber: http://www.gkiserpong.org/index.php?option=com_content&view=article&id=63:bila-topan-kras-melanda-hidupmu-kj-439&catid=37:hymn-of-the-week&Itemid=69

Kamis, 26 Agustus 2010

Perbedaan Percaya (To Believe) & Mempercayakan (To Trust)

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya (Matius 8:13).

Sesungguhnya ada perbedaan yang sangat mencolok antara percaya dan mempercayakan.
Meski sekilas kata percaya dan mempercayakan sangatlah mirip (bahkan berasal dari akar kata yang sama), dua kata tersebut memiliki substansi yang berbeda.

Dalam bahasa Inggris, kata to believe diterjemahkan sebagai percaya. Sedangkan, kata to trust dalam bahasa Inggris memiliki arti mempercayakan.


Sebagai contoh, Anda mungkin percaya kalau saya adalah orang yang baik, jujur, tidak curang, dan bisa dipercaya. Jika Anda sudah percaya bahwa saya adalah orang dengan karakteristik seperti itu, beranikah Anda mempercayakan seluruh harta, kekayaan dan aset Anda kepada saya? Jika Anda percaya namun tak berani mempercayakan, itu indikasi bahwa tingkat percaya Anda hanya to believe saja. Tetapi jika Anda percaya dan berani mempercayakan, maka tingkat percaya Anda adalah to trust.

Lalu, bagaimana tingkat kepercayaan kita kepada Tuhan?

Saya terlalu yakin bahwa kita semua percaya bahwa Tuhan adalah Bapa yang baik, yang bertanggung jawab, yang memelihara hidup kita, yang penuh mukjizat, bahkan dapat melakukan hal yang mustahil sekalipun bagi kita. Ini to believe.

Yang menjadi pertanyaan adalah, "Setelah kita percaya bahwa Ia adalah Bapa yang baik, beranikah kita mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya tanpa ragu lagi?"

Tuhan adalah ahlinya membuat mukjizat. Kita tahu itu, tapi apakah kita juga berani mempercayakan hidup kita kepadaNya? Kalau kita percaya sekaligus berani mempercayakan, berarti tingkat percaya kita adalah to trust.

Tuhan menghendaki agar kita tak hanya to believe saja, tapi juga to trust. Apa gunanya kita percaya namun tak berani mempercayakan?

To believe tidak akan pernah membuat kita mengalami mukjizat Tuhan, hanya to trust yang bisa melakukannya. Apapun masalah atau pergumulan hidup yang sekarang kita hadapi, baiklah kita berani mempercayakan masalah kita itu kepada Tuhan. Percayalah bahwa kita akan segera melihat campur tangan dan pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

Jangan hanya to believe, milikilah to trust!

Sumber : http://www.bethanybangkok.com/?p=1689

Kamis, 19 Agustus 2010

Kekuatan Sikap

John Maxwell pernah berkata, “Jangan pernah menganggap rendah kekuatan sikap Anda. Itu adalah diri kita yang sebenarnya. Akarnya ada dalam diri kita, tapi buahnya ada di luar. Dia bisa jadi sahabat terbaik kita atau musuh terjahat kita. Dia lebih jujur dan konsisten daripada kata-kata kita. Dialah yang menarik orang datang kepada kita atau membuat orang-orang menjauh dari kita. Dia tidak akan pernah puas sampai berhasil diekspresikan. Dia adalah pustakawan tentang masa lalu kita; dia adalah pembicara tentang masa kini kita dan dia adalah nabi tentang masa depan kita.”

Banyak orang mengatakan bahwa sikap kita lebih penting daripada kata-kata kita dan riset membuktikan bahwa 85 persen alasan kita mendapat pekerjaan dan terus maju dalam pekerjaan itu adalah karena sikap kita. Sayangnya, kalau orang bicara soal sikap, apalagi di antara anak muda zaman sekarang, mereka selalu mengidentifikasikannya dengan sesuatu yang negatif.


Sikap kita adalah kunci pendidikan. Dia adalah kunci kita bisa dekat dengan orang lain dan terus maju dalam hidup. Seorang murid yang punya sikap yang baik akan belajar bukan sekedar untuk hanya sekedar lulus ujian saja. Seorang pekerja dengan sikap yang baik akan melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dan ceria. Suami atau istri yang memiliki sikap yang baik akan menangani situasi yang sulit dengan cara yang lebih efektif dan meningkatkan relasi yang ada di antara mereka. Dokter yang punya sikap yang baik akan lebih sabar dan telaten menangani pasien-pasiennya.

Ketika semua pemain sepak bola memiliki kemampuan yang hampir sama dan ada keraguan untuk memilih pemain yang mana, pelatih pasti akan memilih pemain yang punya sikap yang baik. Dan begitu juga ketika seorang pria atau wanita yang mencari pasangan.

Quote
  • Jangan akhiri sebuah pertemuan sampai semua tugas sudah diserahkan pada pribadi yang tepat dengan solusinya.

  • Sebuah keputusan tanpa batas akhir adalah diskusi yang sia-sia.

  • Kembangkan sikap seorang pemenang.

Jokes
Waktu disuruh membereskan kamarnya, seorang remaja pura-pura marah dan berkata, “Apa? Mama menyuruh saya menciptakan ketidakseimbangan dalam ekologi alami lingkungan saya?” (Dorothea Kent)

Sumber diambil dari buku "Something to Smile About" karya Zig Ziglar.

Sabtu, 03 Juli 2010

Tuhan dan Piala Dunia

Ratusan juta orang menonton dan terlibat secara emosional. Sejenak dunia bersatu dan bergandengan tangan untuk larut dalam momen kegembiraan yang hanya dilaksanakan 4 tahun sekali. Sepanjang pertandingan, kedua belah pendukung pun tidak henti-hentinya untuk berharap-harap cemas. Bahkan karena tegang melihat kesebelasan negara favoritnya, seorang atheis pun dalam hati (mungkin) terucap, Oh, please God…


Lalu Tuhan yang baik yang memperhatikan, atau bahkan menonton dan menikmati setiap pertandingan hanya tersenyum, mungkin juga tertawa girang melihat manusia-manusia di bumi melupakan sejenak hiruk pikuk masalah untuk larut bersama dalam pertandingan demi pertandingan. Mengingat pertandingan Inggris melawan Amerika Serikat, mungkin kedua pendukung berdoa kepada Tuhan agar kesebelasan favorit mereka yang memenangkan pertandingan. Supaya adil, Tuhan menjawab keduanya dengan hasil imbang 1-1. Saya pribadi tidak begitu senang dengan blunder yang dilakukan Robert Green dan banyaknya peluang yang terbuang oleh kesebelasan Inggris.


Dalam hati kecil saya bertanya, "Apakah Tuhan menyukai sepak bola? Apakah Tuhan menikmati pertandingan demi pertandingan, tentu yang tanpa huru-hara atau ribut antar suproter atau pemain? Apakah Tuhan mempunyai kesebelasan favorit atau pemain bola favorit? Mungkin Lucio dari kesebelasan Brasil yang begitu devoted kepada Tuhan? Atau Tuhan bersorak girang “Gooollll !!!!” ketika kesebelasan favorit atau pemain favoritnya menciptakan gol?"


Tentu tidak mungkin secara eksplisit saya dapatkan jawabannya di Alkitab. Saya juga tidak secara khusus berdoa untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang tidak penting tersebut.

Asal jangan karena piala dunia, kita jadi lupa ke gereja karena alasan, "Piala Dunia kan 4 tahun sekali, gereja bisa minggu depan."

Atau hal-hal lainnya yang membuat pekerjaan menjadi terbengkalai, apalagi sampai berjudi dan menghabiskan uang karena kesebelasan favoritnya kalah.


Saya hanya bisa membayangkan bagaimana suasana Sorga menyaksikan momen Piala Dunia ini. Di Alkitab hanya tercatat bahwa seisi Sorga bersuka cita ketika ada satu orang yang bertobat. Namun tak bisa diketahui apakah seisi Sorga bersorak kegirangan apabila ada pemain seperti Sneijder atau Cristiano Ronaldo mencetak gol? Seperti Kaka yang mempertunjukkan kaus putih yang sudah dipersiapkan dengan tulisan I LOVE U JESUS.

Piala dunia masih akan terus membuat suatu memori indah atau menyebalkan, decak kagum atau tangis kecewa. Yang pasti, semoga kebersamaan ini jangan cepat berakhir. Jangan sampai menunggu 4 tahun lagi untuk bisa larut dalam kebersamaan dengan melupakan segala perbedaan yang ada.


Ini sekedar rasa penasaran saja yang lahir dari suatu momen Piala Dunia. Saya hanya dapat membayangkan Tuhan disenangkan melalui Piala Dunia, entah bagaimana caranya. Kerinduan saya dapat terobati dengan apa pun juga yang dapat menyenangkan hati-Nya.

Sumber : http://www.sabdaspace.org/tuhan_dan_piala_dunia%E2%80%A6

Selasa, 11 Mei 2010

Bagaimana Cara Mengendalikan Amarah Anda

Dalam memproses amarah kepada seseorang yang memiliki relasi dengan Anda, ada dua pertanyaan sangat penting:
  1. Apakah respons saya positif
    Apakah respons itu memiliki potensi untuk membereskan kesalahan itu dan memperbaiki relasi yang ada?

  2. Apakah respons saya penuh kasih
    Apakah respons itu dirancang bagi keuntungan orang yang kepadanya saya marah?


Kemudian, berikut lima tahap yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan amarah:
  1. Secara sadar mengakui kepada diri Anda sendiri bahwa Anda marah.
    Ucapkan dengan bersuara, ”Aku marah tentang hal ini! Kini apa yang harus aku lakukan?” Pernyataan seperti itu membuat Anda sadar akan amarah Anda sendiri dan juga menolong Anda mengenali baik amarah Anda dan tindakan yang akan Anda ambil. Anda telah menyiapkan tempat untuk menerapkan nalar terhadap amarah Anda.

  2. Mengendalikan respons langsung Anda.
    Hindari respons-respons umum tetapi merusak, seperti melampiaskan amarah secara verbal atau fisik, menarik diri, dan berdiam diri. Tolaklah mengambil tindakan yang biasanya Anda ambil saat merasa marah. Menunggu bisa menolong Anda untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak Anda maksudkan dan akan Anda sesali kemudian.

  3. Carilah fokus amarah Anda.
    Kata-kata atau tindakan mana oleh orang lain yang membuat Anda marah? Jika orang itu benar-benar bersalah kepada Anda, identifikasi dosa orang itu. Bagaimana ia bersalah kepada Anda? Lalu tentukan seberapa seriusnya pelanggarannya. Beberapa kesalahan bersifat minor dan beberapa sifatnya mayor. Mengetahui keseriusan masalah tersebut seharusnya mempengaruhi respons Anda.

  4. Analisa pilihan-pilihan Anda.
    Bertanyalah kepada diri Anda sendiri, "Apakah tindakan yang sedang kupertimbangkan ini akan memiliki potensi untuk berurusan dengan yang salah dan menolong relasi yang terganggu? Apakah itu yang terbaik bagi orang yang kepadanya aku marah?" Dua pilihan yang paling membangun adalah mengonfrontasi orang itu dengan cara yang menolong atau secara sadar memutuskan untuk mengabaikan masalahnya.

  5. Mengambil tindakan yang membangun.
    Jika Anda memilih untuk ”merelakan pelanggaran itu”, maka akuilah amarah Anda dalam doa dan kerelaan Anda untuk menyerahkan orang itu kepada Allah. Lalu lepaskan amarah Anda kepadaNya. Jika Anda memilih untuk mengonfrontasi orang yang telah bersalah kepada Anda, lakukan dengan lemah lembut. Dengarkan penjelasan yang diberikan, itu bisa memberi Anda sudut pandang yang berbeda akan tindakan dan maksud orang itu. Jika orang itu mengakui apa yang dilakukannya salah dan meminta Anda memaafkan, lakukan saja demikian.

Selamat mencoba.

Sumber : buku Anger - Mengatasi Amarah dengan Cara yang Sehat (Gary Chapman)

Jumat, 23 April 2010

Pria Terlalu Buru-buru

Jika berpikir bahwa pria lebih sulit mengatakan 'I love you' daripada wanita, Anda salah besar. Peneliti justru mengatakan bahwa pria lebih cepat mengatakan tiga kata itu ketimbang wanita. Perbedaan faktor biologis dan psikologis ternyata menjadi penyebabnya.

Berdasarkan studi dan hasil survei terhadap 2.000 pria dan wanita, rata-rata pria mengatakan kata 'I love you' pada pasangannya setelah 7 bulan, sedangkan wanita baru mengatakannya setelah 8-9 bulan.

Dr Oliver James, seorang psikolog yang ikut dalam studi tersebut mengatakan bahwa dengan adanya hasil tersebut menunjukkan bahwa pria cenderung jatuh cinta lebih cepat daripada wanita. Wanita butuh sedikit waktu lebih untuk memutuskan apakah dirinya sudah jatuh cinta atau belum.

"Ini karena wanita mengalami proses pendewasaan dan pematangan biologis yang lebih cepat daripada pria. Akibatnya, seiring bertambahnya umur, tingkat keseriusan, pertimbangan dan emosinya wanita akan lebih tinggi daripada pria. Itulah sebabnya mereka lebih lama dalam memutuskan sesuatu," jelas James.

Pada usia anak-anak dan remaja, perkembangan seorang anak perempuan akan lebih cepat dibanding anak laki-laki seusianya. Dari faktor biologis, perempuan akan memiliki tubuh yang lebih tinggi sedangkan anak laki-laki justru memiliki tubuh yang lebih pendek.

Dari faktor psikologis, anak perempuan juga jauh lebih sensitif dan lebih mendramatisir sesuatu. "Itu karena mereka mengalami masa pubertas yang membuat emosinya naik turun dan perasaaannya lebih peka," ujar James.


Menurut Dr Helen Fisher dari Rutgers University, perasaan jatuh cinta dan pikiran romantis dikendalikan oleh otak yang kemudian melibatkan faktor reproduksi. "Ketika jatuh cinta, ada satu bagian sirkuit di otak yang menjadi aktif. Hal itu disebabkan karena hormon dopamin sedang diproduksi saat itu. Hormon dopamin akan menghasilkan perasaan gembira, berenergi, tidak mengantuk, dan fokus pada perhatian orang yang sedang dikagumi atau dicintai," jelas Fisher.

Fisher menambahkan bahwa wanita butuh waktu lebih lama untuk jatuh cinta karena mereka harus membuat 'memory trail' atau jejak ingatan tentang kelakuan pria. "Wanita harus mengingat-ingat lagi apa yang sudah dilakukan pria itu padanya dan juga kelakuan baik atau buruknya," jelas Fisher.

Sementara itu, kebanyakan pria lebih cepat jatuh cinta karena melihat tampilan wanita dulu tanpa banyak pertimbangan tentang sifat atau apa yang sudah wanita itu lakukan untuknya. Pria juga lebih memilih wanita yang merasa membutuhkan dirinya. "Pria ingin merasa menjadi penolong," ujar Fisher.

Jadi ketika pria mengatakan 'I love you', ia sudah bisa mengatasi berbagai perasaan dan emosi yang kompleks dalam dirinya, meskipun sebenarnya ia tidak yakin sepenuhnya dengan apa yang ia ucapkan. Tapi ketika wanita mengatakan hal itu, artinya ia sudah memikirkannya dengan penuh pertimbangan dan yakin dengan ucapannya," ujar James.

Sumber : http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=16054.0

Rabu, 21 April 2010

Mengumpulkan Telur

Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. (1 Korintus 7:14)

Seorang pendeta baru saja menikah. Sekembalinya dari bulan madu, istrinya menunjukkan sebuah kotak kepada suaminya dan berkata: "Tolong kamu berjanji, dalam keadaan apa pun, untuk tidak membuka kotak ini". Walau dianggap agak aneh, sang pendeta berjanji bahwa ia tidak akan ingin mengetahui apa yang terdapat dalam kotak itu.

Dua puluh tahun telah lewat. Pada suatu hari, pendeta tersebut ingin mencari sesuatu dalam lemarinya. Ia menemukan kotak yang sudah lama dilupakannya itu. Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Keberadaan kotak ini sudah begitu lama, sehingga aku kira tidak ada salahnya bila aku melihat ada apa di dalamnya." Kemudian ia membuka kotaknya dan menemukan uang sejumlah 12 juta rupiah dan 3 butir telur. Pada saat itulah istrinya memasuki kamar. "Kan aku sudah bilang jangan melihat apa yang ada di dalamnya," katanya dengan agak marah. Si suami yang merasa dipergoki, kelihatan agak merasa malu dan minta maaf kepada istrinya.

Selanjutnya sang pendeta berkata, "Karena aku sudah mengetahui apa isi kotak ini, aku harap kamu mau menjelaskan apa artinya."

"Baiklah", jawab istrinya. "Setiap kali khotbahmu jelek, aku meletakkan sebutir telur ke dalam kotak." Suaminya merenungkan hal ini sejenak dan merasa cukup puas mengingat ia telah berkhotbah selama 20 tahun; tiga butir telur dalam 20 tahun artinya prestasinya cukup baik!

"Itu sudah menjelaskan keberadaan ketiga butir telur itu. Namun, bagaimana tentang jumlah uang 12 juta itu?"


"Oh, itu," jawab istrinya, "Setiap kali aku telah mengumpulkan selusin telur, aku menjualnya."

Sumber : http://www.sabda.org/humor/mengumpulkan_telur

Senin, 25 Januari 2010

Pengakuan Iman

GKI mengaku imannya bahwa Yesus Kristus adalah :

  1. Tuhan dan Juruselamat dunia, Sumber kebenaran dan hidup

  2. Kepala Gereja, yang mendirikan gereja dan memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misinya.


GKI mengaku bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.

Dalam persekutuan dengan Gereja Tuhan Yesus Kristus di segala abad dan tempat, GKI menerima Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius. GKI dalam ikatan dengan tradisi Reformasi, menerima Katekismus Heidelberg.

 
Pengakuan Iman Rasuli
Aku percaya kepada Allah Bapa yang mahakuasa, Khalik langit dan bumi,
Dan kepada Yesus kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,
Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun kedalam kerajaan maut,
Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,
Naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa
Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan mati
Aku percaya kepada Roh Kudus;
Gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus;
Pengampunan dosa;
Kebangkitan orang mati;
Dan hidup yang kekal. AMIN

Pengakuan Iman Nicea - Konstatinopel
Aku percaya kepada Allah yang Esa, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, serta segala sesuatu yang nampak maupun tak nampak.Dan kepada satu Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, dilahirkan dari Bapa sebelum segala ciptaan; Allah dari allah, Terang dari terang, Allah sejati; dilahirkan, bukan diciptakan, sehakekat dengan Bapa, dan dari pada-Nya segala sesuatu diciptakan. Yang bagi kita umat tebusan-Nya, turun dari surga, dan berinkarnasi dengan pimpinan Allah Roh Kudus melalui anak dara Maria, dan menjadi serupa dengan manusia; disalibkan bagi kita pada masa Pontius Pilatus; menderita dan dikuburkan; dan pada hari yang ketiga bangkit kembali, sesuai yang dinubuatkan dalam Alkitab; naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa; dan Ia akan datang lagi, penuh kemuliaan, untuk menghakimi yang hidup dan yang mati; dan Kerajaan-Nya akan kekal selamanya. Aku percaya kepada Roh Kudus, Tuhan dan Sumber Kehidupan; keluar dari Allah Bapa dan Allah Anak. Bersama-sama dengan Allah Bapa dan Anak disembah dan dimuliakan. Aku percaya kepada gereja rasuli yang kudus, esa, dan am. Aku percaya kepada baptisan sebagai tanda penebusan dosa, dan aku menantikan kebangkitan orang mati, dan hidup yang kekal sesudah kematian. AMIN

Sumber : http://www.gki.or.id/content/index.php?id=2

Sabtu, 23 Januari 2010

Arti Logo GKI

 

Logo GKI terdiri dari 4 (empat) komponen utama yaitu perahu, salib, gelombang, serta Alfa Omega, berikut ini adalah maknanya :

  1. Perahu melambangkan gereja Tuhan yang bergerak maju memenuhi tugas panggilannya di dunia dan pengakuan GKI sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gereja-gereja Tuhan untuk mewujudkan Gereja Yang Esa di Indonesia dan di dunia.

  2. Salib melambangkan kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang menentukan jalan hidup GKI.

  3. Gelombang melambangkan dunia yang penuh tantangan dan peluang di mana GKI diutus.

  4. Alfa dan Omega melambangkan Tuhan Allah yang kekal, yang berkuasa menetapkan dan menyertai seluruh perjalanan GKI.

Sumber : http://www.gki.or.id/content/index.php?id=24