Kamis, 25 Maret 2010

Menjadi Orang Bersemangat dan Optimis Menghadapi Masalah

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah?” Amsal 18:14

Beragam persoalan bisa menimpa siapa saja; entah orang kaya atau miskin, tua atau muda. Setiap orang selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhan pun, tidak luput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeda-beda.

Kita tidak boleh menyerah, walau badai apa pun yang sedang menerpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita.

Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala kesusahan Dia selalu menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan yaitu, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya. Kalau sikap seperti ini dibiarkan, akan membuat seseorang menjadi frustrasi dan tetap tinggal dalam masalahnya. Dalam menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan supaya kita sampai pada tujuan yang diinginkan.


Untuk menjadi orang yang bersemangat yang selalu optimis, kita memerlukan:

  1. Keberanian bertindak untuk mengambil resiko. Orang yang bersemangat memiliki keberanian untuk bertindak. Siap hidup dan siap mati, tidak takut dan tidak gemetar karena mempunyai ketetapan hati yang mantap. Ingat kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Ada sebuah perintah yang telah dibuat supaya setiap orang sujud menyembah patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnezar. Mereka tidak mau menyembah patung tersebut. (Daniel 3:17-18)

  2. Sikap tidak mau menyerah. Dalam Alkitab, ada sebuah cerita tentang seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Perempuan ini sudah diobati oleh berbagai-bagai tabib, namun keadaannya makin memburuk. Perempuan ini tidak putus asa, ia tetap memiliki semangat untuk sembuh. Tatkala ia mendengar berita tentang Yesus Sang Penyembuh itu, ia pun berusaha untuk mencari Yesus.
    Sebab ia yakin Yesus dapat menolong untuk menyembuhkannya. (Matius 9:21)

  3. Iman yang teguh. Rasul Paulus setelah pertobatannya, memberikan hidupnya untuk melayani Tuhan, ia memenuhi panggilan Tuhan sebagi salah satu rasul yang ikut menderita bagi Kristus. Dalam mengiring Yesus, Paulus banyak sekali mengalami penderitaan dan aniaya. Paulus juga mengalami kesedihan, ia ditinggalkan oleh teman-temannya. (II Timotius 4:16-18)

Apapun keadaan yang kini tengah kita hadapi, kita tidak boleh hilang pengharapan, putus asa, atau melepaskan iman saat menghadapi berbagai masalah. Hadapilah semua bersama Tuhan, kita akan mengalami pengalaman-pengalaman yang baru bersama Tuhan. Kita harus tetap percaya bahwa setiap Firman Tuhan yang kita butuhkan terjadi atas kita.

Semangat merupakan jalan untuk memperoleh apa yang kita butuhkan. Miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah, jangan pernah menyerah dan tetap teguh pegang janji Tuhan sampai menjadi sebuah kenyataan. Tuhan memulihkan setiap semangat yang patah. Orang yang bersemangat akan selalu optimis dalam menghadapi setiap persoalan, untuk meraih keberhasilan. Selamat berjuang dan tetap semangat, Tuhan Yesus memberkati kita semuanya.

Amin.

Sumber : http://www.pelitahidup.com/2009/10/23/menjadi-orang-bersemangat-dan-optimis-menghadapi-masalah/

Selasa, 23 Maret 2010

1 Jam Berjaga Bersama Yesus

"Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" Matius 26:40

Ketika kita mendengar ajakan atau perintah dari Tuhan untuk berjaga-jaga, maka ada perkara penting yang ingin disampaikan Tuhan kepada kita. Hal tersebut adalah kita harus berdoa dan menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Walau pada kenyataannya kita terkadang bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ayat di atas sedang menggambarkan Tuhan Yesus di akhir pelayananNya, bahkan di akhir hidupNya di dalam dunia ini. Hal ini haruslah menjadi contoh buat kita semua, karena kita harus menjadi segambar dan serupa dengan Kristus Tuhan kita.

Keadaan para murid yang sedang tidur adalah keadaan kita sebagai orang percaya (yang juga mungkin sedang tertidur). Dan teguran kepada Petrus adalah teguran buat kita semua untuk berjaga bersama Dia.


Mari kita renungkan keadaan kita yang sedang berada di akhir zaman. Tuhan sedang menuntut kita untuk diam dan berada di "Taman Getsemani" kita masing-masing, yakni di dalam doa dan persekutuan dengan Allah secara pribadi. Tuhan Yesus meminta untuk cawan ini, namun biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Berarti di "Taman Getsemani" kita juga akan lebih memilih Allah dan tunduk pada kehendak Tuhan daripada tunduk kepada kehendak kita sendiri.

Dari taman ini, Tuhan Yesus bisa memandang ke arah Yerusalem. Karena tempat ini berada di Bukit Zaitun, yakni di sebelah timur Kota Yerusalem. Dan Yesus pernah meratapi kota Yerusalem ketika di tengah kota itu berdiri bait suci megah yang pembangunannya dibantu oleh Romawi. Yesus meratapi bait suci itu karena dinubuatkan akan roboh dan hal tersebut terjadi di tahun 70 Masehi oleh serangan Titus.

Saya percaya ketika kita mau diam di "Taman Getsemani" kita masing-masing, maka kita pun akan bisa memandang dengan benar keadaan orang percaya (=Yerusalem), dan akan melihat bahwa gereja (=bait suci) pun akan diruntuhkan/disesatkan, karena Alkitab sudah menubuatkan itu semua menjelang akhir zaman ini (Lukas 21:8, II Tesalonika 2:3, Matius 24:8-13). Kita harus berdoa untuk keadaan ini seperti yang Tuhan Yesus lakukan.

Ketika kita terus berada di "Taman Getsemani" kita masing-masing, kita diingatkan bahwa nenek moyang kita pernah kalah oleh si iblis di taman Eden. Namun Tuhan kita menang di "Taman Getsemani" ini, bahkan ketaatanNya membuat rencana Allah untuk keselamatan umat manusia tergenapi. Biarlah kita didorong untuk taat dan menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan semua kehendakNya.

Menjelang akhir zaman ini, Yesus meminta kita untuk berjaga bersama Dia di "Taman Getsemani" kita masing-masing dalam persekutuan yang indah. Melalui persekutuan ini, kita akan dikuatkan dan diteguhkan. Kita tidak berjaga-jaga sendiri, melainkan bersama Tuhan Yesus. Bila waktu itu Dia ingin ditemani murid-muridNya, sekarang Dia yang ingin menemani kita dalam menghadapi kehidupan yang semakin keras dan menakutkan ini.

Mari kita buat keputusan untuk bangun sepagi mungkin, berdoa bersama orang-orang percaya lainnya, bertemu di udara dalam roh dan kebenaran setiap hari. Saya percaya kita akan disegarkan dan dikuatkan menjelang kedatanganNya yang kedua.

Amin.

Sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Renungan&table=isi&id=1601&next=0