Jumat, 23 April 2010

Pria Terlalu Buru-buru

Jika berpikir bahwa pria lebih sulit mengatakan 'I love you' daripada wanita, Anda salah besar. Peneliti justru mengatakan bahwa pria lebih cepat mengatakan tiga kata itu ketimbang wanita. Perbedaan faktor biologis dan psikologis ternyata menjadi penyebabnya.

Berdasarkan studi dan hasil survei terhadap 2.000 pria dan wanita, rata-rata pria mengatakan kata 'I love you' pada pasangannya setelah 7 bulan, sedangkan wanita baru mengatakannya setelah 8-9 bulan.

Dr Oliver James, seorang psikolog yang ikut dalam studi tersebut mengatakan bahwa dengan adanya hasil tersebut menunjukkan bahwa pria cenderung jatuh cinta lebih cepat daripada wanita. Wanita butuh sedikit waktu lebih untuk memutuskan apakah dirinya sudah jatuh cinta atau belum.

"Ini karena wanita mengalami proses pendewasaan dan pematangan biologis yang lebih cepat daripada pria. Akibatnya, seiring bertambahnya umur, tingkat keseriusan, pertimbangan dan emosinya wanita akan lebih tinggi daripada pria. Itulah sebabnya mereka lebih lama dalam memutuskan sesuatu," jelas James.

Pada usia anak-anak dan remaja, perkembangan seorang anak perempuan akan lebih cepat dibanding anak laki-laki seusianya. Dari faktor biologis, perempuan akan memiliki tubuh yang lebih tinggi sedangkan anak laki-laki justru memiliki tubuh yang lebih pendek.

Dari faktor psikologis, anak perempuan juga jauh lebih sensitif dan lebih mendramatisir sesuatu. "Itu karena mereka mengalami masa pubertas yang membuat emosinya naik turun dan perasaaannya lebih peka," ujar James.


Menurut Dr Helen Fisher dari Rutgers University, perasaan jatuh cinta dan pikiran romantis dikendalikan oleh otak yang kemudian melibatkan faktor reproduksi. "Ketika jatuh cinta, ada satu bagian sirkuit di otak yang menjadi aktif. Hal itu disebabkan karena hormon dopamin sedang diproduksi saat itu. Hormon dopamin akan menghasilkan perasaan gembira, berenergi, tidak mengantuk, dan fokus pada perhatian orang yang sedang dikagumi atau dicintai," jelas Fisher.

Fisher menambahkan bahwa wanita butuh waktu lebih lama untuk jatuh cinta karena mereka harus membuat 'memory trail' atau jejak ingatan tentang kelakuan pria. "Wanita harus mengingat-ingat lagi apa yang sudah dilakukan pria itu padanya dan juga kelakuan baik atau buruknya," jelas Fisher.

Sementara itu, kebanyakan pria lebih cepat jatuh cinta karena melihat tampilan wanita dulu tanpa banyak pertimbangan tentang sifat atau apa yang sudah wanita itu lakukan untuknya. Pria juga lebih memilih wanita yang merasa membutuhkan dirinya. "Pria ingin merasa menjadi penolong," ujar Fisher.

Jadi ketika pria mengatakan 'I love you', ia sudah bisa mengatasi berbagai perasaan dan emosi yang kompleks dalam dirinya, meskipun sebenarnya ia tidak yakin sepenuhnya dengan apa yang ia ucapkan. Tapi ketika wanita mengatakan hal itu, artinya ia sudah memikirkannya dengan penuh pertimbangan dan yakin dengan ucapannya," ujar James.

Sumber : http://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=16054.0

Rabu, 21 April 2010

Mengumpulkan Telur

Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. (1 Korintus 7:14)

Seorang pendeta baru saja menikah. Sekembalinya dari bulan madu, istrinya menunjukkan sebuah kotak kepada suaminya dan berkata: "Tolong kamu berjanji, dalam keadaan apa pun, untuk tidak membuka kotak ini". Walau dianggap agak aneh, sang pendeta berjanji bahwa ia tidak akan ingin mengetahui apa yang terdapat dalam kotak itu.

Dua puluh tahun telah lewat. Pada suatu hari, pendeta tersebut ingin mencari sesuatu dalam lemarinya. Ia menemukan kotak yang sudah lama dilupakannya itu. Ia berkata kepada dirinya sendiri, "Keberadaan kotak ini sudah begitu lama, sehingga aku kira tidak ada salahnya bila aku melihat ada apa di dalamnya." Kemudian ia membuka kotaknya dan menemukan uang sejumlah 12 juta rupiah dan 3 butir telur. Pada saat itulah istrinya memasuki kamar. "Kan aku sudah bilang jangan melihat apa yang ada di dalamnya," katanya dengan agak marah. Si suami yang merasa dipergoki, kelihatan agak merasa malu dan minta maaf kepada istrinya.

Selanjutnya sang pendeta berkata, "Karena aku sudah mengetahui apa isi kotak ini, aku harap kamu mau menjelaskan apa artinya."

"Baiklah", jawab istrinya. "Setiap kali khotbahmu jelek, aku meletakkan sebutir telur ke dalam kotak." Suaminya merenungkan hal ini sejenak dan merasa cukup puas mengingat ia telah berkhotbah selama 20 tahun; tiga butir telur dalam 20 tahun artinya prestasinya cukup baik!

"Itu sudah menjelaskan keberadaan ketiga butir telur itu. Namun, bagaimana tentang jumlah uang 12 juta itu?"


"Oh, itu," jawab istrinya, "Setiap kali aku telah mengumpulkan selusin telur, aku menjualnya."

Sumber : http://www.sabda.org/humor/mengumpulkan_telur