Minggu, 09 Mei 2010

Religulous

“Religulous”, Film Agama yang Berwajah Sindiran

Sutradara Amerika Serikat, Larry Charles, mengeluarkan film yang bertajuk agama namun berisi mengenai sindiran.

Walau belum diputar di Inggris, film dokumenter berjudul Religulous menyindir hampir semua agama di dunia. Tak heran, bila banyak warga Inggris terkejut dengan film itu; memicu debat tentang munculnya tren anti-agama belakangan ini.

"Saya melihatnya di Amerika dan ironisnya, film ini cenderung sangat fundamentalis," ujar Jonny Baker, yang bekerja untuk Anglican Church Mission Society UK.

Film dokumenter ini ditulis dan dibintangi oleh komedian politik Amerika, Bill Maher. Maher dilahirkan di New York City. Bapaknya adalah seorang redaktur berita dan penyiar radio. Maher dibesarkan secara Katolik dan hingga remaja ia tidak menyadari bahwa ibunya Yahudi. Di masa dewasa, ia menekuni karir sebagai pelawak dan aktor.

Maher dikenal sebagai tokoh pengkritik agama. Ia pernah menggambarkan agama sebagai neurological disorder, sejenis penyakit syarat. Dia juga pernah mengatakan bahwa agama adalah penyebab banyak masalah pada masyarakat dan munculnya kemunafikan.

Menurut sutradaranya, judul film ini singkatan yang diambil dari kata 'religion' (agama) dan 'ridiculous' (menertawakan). Judul ini memiliki makna sindiran terhadap agama dan keyakinan untuk beragama. Film ini bercerita tentang Maher yang menghadapi berbagai agama melalui wawancara dengan para pemimpin agama dan mereka tak mampu menjawab pertanyaannya yang cenderung 'kurang ajar'.

Dalam film itu, Maher pergi ke berbagai tempat agama berasal (seperti Yerusalem, Vatikan, dan Salt Lake City) untuk mewawancarai para penganut agama dengan berbagai latar belakang dan berbagai kelompok tentang 'kemustahilan' agama. Gambar depan film ini bergambar tiga monyet yang memakai pakaian keagamaan dan lambang khas setiap agama.


Sebelum sempat beredar di sejumlah bioskop, film ini sudah menunai kritik dari umat Kristen di Inggris. Baker sendiri termasuk orang yang telah menonton film itu. Menurutnya, sutradara Religulous adalah contoh orang yang fanatik dan tidak toleran terhadap diri sendiri.

"Bill Maher hanya suka berteriak-teriak di depan kamera dan hal itu justru mengurangi nilai keseluruhan film," ujarnya.

Film ini juga memicu perdebatan sengit di kalangan pemuka agama dan pemikir tentang meningkatnya tren anti-agama.

"Para ateis hanya berkata 'tutup mulut'. Apa yang kita lihat adalah agama berada di bawah tekanan dan dikalahkan," ujar AC Grayling, profesor filosofi di Birkbeck College, London.

Menurut Grayling, film ini bagian dari respon kaum ateis atas meningkatnya 'kegaduhan' agama sejak serangan 11 September 2001 di AS.

"Terjadi peningkatan suara gaduh dari berbagai agama sejak tragedi itu. Dan kami melihat reaksi dari para ateis. Mereka berdiri dan dihitung karena mereka tidak menyukainya," jelasnya.

Bagi Baker, tren anti-agama di media massa dan di jalur kehidupan lain jelas melukai hati para penganut agama.

"Orang Afrika menganggap bahwa kami, orang Barat, adalah orang-orang yang tidak beragama," ujar Baker. Namun ia percaya bahwa serangan dari para ateis tidak akan pernah sukses.

"Agama itu penting. Orang-orang lebih tertarik pada kehidupan ketimbang hanya berbelanja saja," ujarnya.


Sumber : http://www.forumkami.com/forum/berita/4785-religulous-film-agama-berwajah-sindiran.html

Rabu, 28 April 2010

2012

“Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” (I Tes 5:1–11)


Manusia sedang berusaha menyelamatkan bumi dan dirinya sendiri. Konon, berita dan kenyataan di dunia menunjukkan bahwa sekitar bulan Desember tahun 2012 akan terjadi kejadian luar biasa. Tidak hanya di bumi, tapi juga matahari membuat manusia mempersiapkan dirinya untuk penyelamatan. Apa pun usaha yang dilakukan anak-anak Tuhan haruslah kembali merujuk ke Alkitab bahwa semua ini memang harus terjadi, entah kapan sebagai penggenapan nubuat Allah. Yang penting bagi kita adalah terus berjaga-jaga karena hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

Secara ilmiah, pada tahun 2012 nanti para ahli sudah melakukan penelitian bahwa akan terjadi sebuah keadaan di mana planet-planet akan menjadi tidak beraturan. Oleh karena itu, manusia mulai membangun sebuah Kubah di Kutub Utara yang saat ini lebih dikenal sebagai Kubah Kiamat.

Disebut Kubah Kiamat karena dibangunan untuk melindungi plasma nutfah. Jika terjadi bencana alam besar yang dapat memusnahkan sumber pangan, biji-bijian tersebut diharapkan menjadi penyelamat manusia dari kelaparan. Bangunan yang menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia tersebut resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard.

“Svalbard Global Seed Vault" merupakan kebijakan untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan. Ini adalah semacam "Bahtera Nuh" yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter. Kubah tersebut akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih. Bangunan tersebut dibuat selama satu tahun dengan biaya pembangunan mencapai 9,1 juta dollar AS.



Sumber : http://iloveyougod.net/tag/2012-kristen/