Kamis, 03 Maret 2011

Feng Shui dan Iman Kristen

Dewasa ini feng shui banyak digunakan orang-orang untuk mendapat petunjuk agar dapat memperoleh yang terbaik dalam hidupnya; baik bisnis atau apapun. Tetapi bila terdapat pertanyaan, "Apakah kita orang beriman boleh percaya kepada feng shui?" Jawabannya cuma 1, yaitu tidak. Mengapa orang Kristen tidak boleh percaya?

Sebenarnya, feng shui (feng = angin dan shui = air) merupakan paham Taoisme tentang misteri angin dan air. Dalam ajaran Taoisme, manusia hidup dalam keselarasan dengan alam dan memiliki 2 unsur yang bertentangan. Unsur tersebut adalah YIN (bersifat feminin/gelap/dingin) dan YANG (bersifat maskulin/panas/terang).

Ada juga istilah Chi, yaitu energi halus yang dapat membawa kebahagian, kedamaian, dan kemakmuran yang berlimpah. Sedangkan istilah Sha Chi merupakan hawa maut yang membawa kemalangan. Di dalam feng shui, ada cara untuk menangkap energi Chi dan menangkal energi Sha Chi. Maka prinsip feng shui adalah menjaring gelombang tenaga yang baik dan menetralisir gelombang tenaga jahat. Untuk menjaring Chi dapat dijalankan melalui:
  1. Perhitungan arah mata angin (utara, selatan, timur, dan barat)
  2. Perhitungan alam lingkungan (letak, tinggi-rendah tanah, sungai, dll.)
Selain itu, terdapat pula faktor waktu; baik waktu lahir maupun angka-angka yang menentukan baik-buruknya nasib manusia. Waktu kelahiran ini dihitung berdasarkan horoskop 12 shio (12 binatang yag menguasai masing-masing tahun dalam siklus). Menurut legenda, ada 12 binatang yang datang berturut-turut kepada sang Buddha sebelum meninggalkan dunia. Kedua belas binatang tersebut adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi. Sebagai hadiah dari sang Buddha, masing-masing binatang ini diberikan 1 tahun penghormatan. Namun, ada legenda yang lain bercerita bahwa terjadi keributan antar binatang di bumi. Dewa langit pun memberikan masing-masing 1 tahun supaya tidak ada pertengkaran di antara 12 binatang tersebut.

Selain siklus 12 shio, terdapat pula 5 unsur alam: air, kayu, api, tanah, dan logam. Satu unsur menguasai 1 tahun periode pertama, diganti unsur selanjutnya, dan unsur seterusnya secara bergantian. Ada 3 macam pendapat mengenai susunan unsur, yaitu:
  1. Rumusan "menghasilkan"
    Dalam sistem ini, logam akan menghasilkan air, air menghasilkan kayu, dst.
  2. Rumusan "mengontrol"
    Dalam sistem ini, logam akan dikontrol api, api dikontrol air, dst.
  3. Rumusan global
    Urutan yang menguasai siklus 12 tahun.
    Misalnya, tahun 2011 merupakan tahun kelinci logam.



Feng Shui di Mata Kristen
    Keberatan teologis
  • Dalam unsur YIN dan YANG, keselarasan tidak dapat disesuaikan dengan iman kristen. Dalam ajaran Kristen, 2 unsur yang selalu bertentangan (baik dan jahat) tidak dapat diselaraskan. Kebahagian dan keselamatan seseorang tidak tergantung pada 2 unsur tersebut, melainkan hanya dapat dicapai dengan kemenangan atas kebaikan melawan kejahatan
  • Apakah benar 5 unsur yang menguasai alam? Bagi orang Kristen, justru Yesus Kristus yang merupakan penguasa dunia.
  • Dapatkah letak pintu, rumah, dsb. dapat mempengaruhi kebahagiaan dan rejeki kita? Dalam kasus-kasus tertentu, feng shui kurang masuk akal.
  • Karena feng shui berkaitan dengan waktu/tahun, maka tidak dapat diterima bahwa manusia berada dalam pengaruh watak atau sifat shio tertentu.Kita adalah manusia bebas dan kitalah yang membuat hidup.
    Keberatan praktis
  • Tidak atau kurang cocoknya satu sama lain. Artinya, ramalan orang yang satu berbeda dengan yang lain.
  • Seringkali ramalan itu bersifat kabur. Misalnya, diramalkan di tahun X terjadi banyak kemalangan. Namun, di tahun x tersebut juga diramalkan banyak pula hal-hal baiknya.
  • Sulit menilai kebenaran banyak ramalan tersebut.
  • Sering kali orang dikondisikan oleh ramalan. Orang tersebut dibentuk, dipengaruhi, dan diberi sugesti oleh ramalan.
  • Ramalan berfungsi sebagai jimat (maskot) atau menambah kepercayaan diri seseorang.
  • Feng shui hanya bersifat membantu dan tidak dapat memberikan jaminan 100%.
  • Bahasa ramalan sering tidak pasti.
  • Dunia barat yang hidup tanpa feng shui juga bisa sukses dan kaya.
  • Perusahaan yang tidak menggunakan feng shui toh tidak kalah sukses dengan perusahaan yang menggunakan feng shui.


Sumber: http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1917476-feng-shui-dan-iman-kristen/

Sabtu, 19 Februari 2011

My Special One

Tepatnya 1 bulan yang lalu, gue melakukan sesuatu yang sangat berisiko. Mau tau kenapa? Begini ceritanya.

Gue inget banget, waktu itu hari Kamis tanggal 20 Januari, gue merasakan adanya suatu atmosfer yang berbeda banget sehabis gue bangun pagi. Gue pikir, "Ada apa ya? Apa gue tidur dengan posisi yang salah? Atau... Ah, perasaan gue aja doank kayaknya nih. Toh, emang pagi ini udaranya dingin banget." Gue biarin pikiran aneh itu berlalu. Lalu, gue bersiap-siap aja seperti biasa; sarapan, merapikan diri, dan berangkat ke fakultas. Tapi tetep aja, selagi gue berkendara menuju kampus, there's something bugging on my mind.


Setibanya di Tata Usaha Fakultas, gue menanyakan kepada petugas TU mengenai dokumen-dokumen apa saja yang belum dilengkapi. Setelah diperiksa, beliau memberitahukan tanggal-tanggal penting yang harus gue ingat sebelum wisuda dilaksanakan. "Oke. Terima kasih banyak ya, Pak!" Kemudian, entah kenapa, gue malah enggak langsung pulang sehabis dari TU. Gue seolah-olah "dituntun" berjalan menuju lorong di lantai yang sama; menuju ruangan-ruangan kuliah di lantai 1.

Gue intip satu kelas menuju satu kelas yang lain. Kelas yang pertama gue intip cuma ada 3 peserta kuliah. Kelas yang kedua malah kosong. Tapi, di kelas ketiga, ruang yang terakhir di lorong itu, malah penuh banget. And there she was, sitting on a chair with so much focus in that class.

Gue inget matanya melirik keluar kelas, ngeliat gue ada di luar jendela ruangan. Tapi, entah bener atau enggak, tapi dia sempat tersenyum ketika melihat gue. Jadi aja gue lambaikan tangan ke dia. Ah, that was really ridiculous, mengingat hubungan gue emang gak deket ama tu cewek.

Kemudian, gue tertegun. Gue sempat berpikir, "Apa dia mengharapkan sesuatu? Apa mungkin dia memerlukan kehadiran gue saat itu? Atau mungkin ini hanya kebetulan belaka yang sekedar omong kosong?" Hmm...

Oh, ya. Maaf gue belum sempet singgung sebelumnya. Cewek ini emang agak ambigu. Dalam arti, dia terlalu rendah hati di hadapan orang banyak. Walau secara fisik dia tidak begitu menarik seperti Tae Yeon (SNSD), sifatnya sangatlah manis. Dia tergolong cerdas di antara teman-temannya yang sebaya dan senyumnya cukup mempesona. Gue mulai terpukau ketika hasil kerjanya di semester lalu digunakan untuk presentasi sebuah seminar nasional yang digelar oleh fakultas.


Okay, let's move on. Gue kemudian menunggu kelas itu hingga waktu bubar. Beruntung, saat itu hanya dia satu-satunya peserta kuliah yang cewek. Kalau ada teman-teman cewek lain kan momennya bisa canggung. Gue sapa dia, gue ajak obrol sebentar, dan gue minta nomor handphone dia.

Keesokan malamnya, gue sms dia. Responnya cukup baik. Malah kita berdua sempat bercanda dan berkelakar dengan pertanyaan-pertanyaan ringan. Hanya saja nampaknya dia kurang lihai berkomunikasi. Padahal zodiak dia cukup atraktif; apakah mungkin ada sangkut pautnya dengan shio? Hahaha. Whatever.

Hal tersebut berlangsung cukup konstan untuk 2-3 minggu. Gue kemudian berpikir bahwa posisi gue cukup "aman", jadi gue pikir sah-sah saja seandainya gue ajak dia keluar untuk sekedar memperdekat hubungan.

Namun demikian, ternyata tidak semuanya selancar yang gue kira sebelumnya. Malah akibat ajakan gue ini, dia sekarang malah menjauh dari gue. Entah karena alasan sosial atau alasan psikologis, nampaknya secara mental dia memang masih belum siap untuk menerima perhatian yang lebih dari lawan jenis. Tapi, gue sekarang menyesal. Ya, seandainya waktu itu gue gak minta nomor handphone dia, gue (mungkin) gak bisa mengembangkan pikiran dan hati gue.

Toh, apabila ternyata dia sama-sama merasakan kehangatan yang gue berikan, gue malah bersyukur banget! Hanya saja, sekarang gue enggak bisa melakukan apa-apa, kecuali berharap saja. Semoga Tuhan mengetuk hatinya dan dia dapat membukakan pintu bagi gue lagi. Karena pada kenyataanya, gue belum ngajak dia "jadian" koq.


Selama ini, ada dua hal yang gue tau pasti.
  1. Dia ternyata menyukai tokoh kartun Mickey Mouse.
  2. Baru kali ini gue tertarik dengan cewek tanpa melihat kondisi fisik cewek tersebut haruslah cantik parasnya.
I hope you could understand how I'd felt when the first time I asked for your number. It sure brought me back on the right track, gal!

Inti Cerita:
Ibarat bermain game simulasi di komputer ("The Sims"), perasaan yang dirasakan setiap individu dapat memiliki nilai sosial yang berbeda satu sama lainnya. Ya, mungkin, dalam hal ini ada faktor ketidakberuntungan yang berperan. Hanya saja, ketulusan yang aku tunjukkan kepadamu ini memang belum terwujud.

Semoga Tuhan memberkati!