Selasa, 23 Maret 2010

1 Jam Berjaga Bersama Yesus

"Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" Matius 26:40

Ketika kita mendengar ajakan atau perintah dari Tuhan untuk berjaga-jaga, maka ada perkara penting yang ingin disampaikan Tuhan kepada kita. Hal tersebut adalah kita harus berdoa dan menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali. Walau pada kenyataannya kita terkadang bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ayat di atas sedang menggambarkan Tuhan Yesus di akhir pelayananNya, bahkan di akhir hidupNya di dalam dunia ini. Hal ini haruslah menjadi contoh buat kita semua, karena kita harus menjadi segambar dan serupa dengan Kristus Tuhan kita.

Keadaan para murid yang sedang tidur adalah keadaan kita sebagai orang percaya (yang juga mungkin sedang tertidur). Dan teguran kepada Petrus adalah teguran buat kita semua untuk berjaga bersama Dia.


Mari kita renungkan keadaan kita yang sedang berada di akhir zaman. Tuhan sedang menuntut kita untuk diam dan berada di "Taman Getsemani" kita masing-masing, yakni di dalam doa dan persekutuan dengan Allah secara pribadi. Tuhan Yesus meminta untuk cawan ini, namun biarlah kehendak Tuhan yang jadi. Berarti di "Taman Getsemani" kita juga akan lebih memilih Allah dan tunduk pada kehendak Tuhan daripada tunduk kepada kehendak kita sendiri.

Dari taman ini, Tuhan Yesus bisa memandang ke arah Yerusalem. Karena tempat ini berada di Bukit Zaitun, yakni di sebelah timur Kota Yerusalem. Dan Yesus pernah meratapi kota Yerusalem ketika di tengah kota itu berdiri bait suci megah yang pembangunannya dibantu oleh Romawi. Yesus meratapi bait suci itu karena dinubuatkan akan roboh dan hal tersebut terjadi di tahun 70 Masehi oleh serangan Titus.

Saya percaya ketika kita mau diam di "Taman Getsemani" kita masing-masing, maka kita pun akan bisa memandang dengan benar keadaan orang percaya (=Yerusalem), dan akan melihat bahwa gereja (=bait suci) pun akan diruntuhkan/disesatkan, karena Alkitab sudah menubuatkan itu semua menjelang akhir zaman ini (Lukas 21:8, II Tesalonika 2:3, Matius 24:8-13). Kita harus berdoa untuk keadaan ini seperti yang Tuhan Yesus lakukan.

Ketika kita terus berada di "Taman Getsemani" kita masing-masing, kita diingatkan bahwa nenek moyang kita pernah kalah oleh si iblis di taman Eden. Namun Tuhan kita menang di "Taman Getsemani" ini, bahkan ketaatanNya membuat rencana Allah untuk keselamatan umat manusia tergenapi. Biarlah kita didorong untuk taat dan menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan semua kehendakNya.

Menjelang akhir zaman ini, Yesus meminta kita untuk berjaga bersama Dia di "Taman Getsemani" kita masing-masing dalam persekutuan yang indah. Melalui persekutuan ini, kita akan dikuatkan dan diteguhkan. Kita tidak berjaga-jaga sendiri, melainkan bersama Tuhan Yesus. Bila waktu itu Dia ingin ditemani murid-muridNya, sekarang Dia yang ingin menemani kita dalam menghadapi kehidupan yang semakin keras dan menakutkan ini.

Mari kita buat keputusan untuk bangun sepagi mungkin, berdoa bersama orang-orang percaya lainnya, bertemu di udara dalam roh dan kebenaran setiap hari. Saya percaya kita akan disegarkan dan dikuatkan menjelang kedatanganNya yang kedua.

Amin.

Sumber : http://www.pondokrenungan.com/isi.php?tipe=Renungan&table=isi&id=1601&next=0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar