Minggu, 08 Januari 2012

Makna Hidup Bersama

Hidup bersama adalah realitas kehidupan yang tidak bisa diingkari, sebab manusia memang tidak mungkin bisa hidup sendiri. Manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi "penolong yang sepadan" bagi sesamanya (Kejadian 2:18). Melalui hidup bersama, orang dipanggil untuk hidup menjadi berkat dan mendatangkan kebaikan bagi dunia sekitarnya.

Makna hidup bersama adalah:
  1. Menjadi garam dan terang (Matius 5:13-16)
    Fungsi garam adalah memberi rasa dan mengawetkan sesuatu. Fungsi terang adalah membimbing dan menolong seseorang untuk melihat; memperhatikan sesuatu dengan jelas. Hidup dalam kebersamaan adalah kesempatan untuk saling mendatangkan berkat, mendatangkan kebaikan, mendatangkan sesuatu yang menyenangkan bagi orang banyak orang di sekitarnya. Hidup dalam kebersamaan seharusnya membuat orang mampu melihat dan membangun hal-hal yang baik. Hidup dalam kebersamaan adalah kesempatan bagi orang percaya untuk menyatakan, membuktikan, dan memperlihatkan kebenaran-kebenaran Allah, supaya orang lain bisa melihatnya. Hidup dalam kebersamaan akan memberikan kesempatan pada orang percaya untuk memberikan arti dan makna dalam lingkungan dan masyarakat.

  2. Menyeimbangkan hidup sebagai anak Tuhan dan anak manusia (I Samuel 2:11-26)
    Samuel adalah seorang anak yang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai nazar yang dilakukan oleh orang tuanya. Ia dibesarkan dalam lingkungan rumah ibadah di Silo dan dipersiapkan untuk menjadi pelayan Tuhan. Dalam masa pembinaan diri itu, Samuel menghadapi banyak masalah, terutama dari anak-anak imam Eli, Hofni dan Pinehas. Sebagai orang yang memang dipersiapkan untuk menjadi pelayan Tuhan, persoalan yang dihadapi oleh Samuel menjadi sebuah batu ujian untuk tetap setia kepada ajaran-ajaran Tuhan. Hubungan dengan sesama manusia yang tetap terjaga dengan baik. Ia mengalami tantangan dari sesama manusia dan tidak menanggapi dengan sikap negatif, membuktikan bahwa Samuel setia pada kebenaran dan ajaran-ajaran Tuhan. Pada akhirnya, Samuel semakin disukai di hadapan Tuhan dan di depan sesama manusia.

  3. Membangun kasih dalam suka dan duka, dalam keadaan apa pun (I Samuel 20:1-43)

    Kisah Daud dan Yonathan yang disaksikan dalam I Samuel 20:1-43, menceritakan kisah suka dan duka dalam kehidupan bersama. Karena kebencian Saul pada Daud, persahabatan Yonathan dan Daud mendapat ujian yang tidak mudah. Saul akan membunuh Daud. Sebagai sahabat yang baik, Yonathan mencoba menolong Daud dan mencari tahu alasan Saul (ayah Yonathan) yang akan membunuh Daud. Yonathan ingin menempatkan dirinya secara adil dan bijaksana di antara sahabat dan ayahnya. Ini bukan menjelaskan sikap dan tindakan yang "plin-plan". Yonathan ingin membangun persahabatannya dengan Daud dan ketaatan pada ayahnya dengan prinsip keadilan dan kebenaran. Hidup dalam kebersamaan yang baik dengan orang, mendorong seseorang untuk melakukan yang terbaik untuk sesamanya. Walau risikonya berat, meskipun kematian.

Sumber diambil dari buku Dewasa Dalam Kristus
"Aspek-aspek Pertumbuhan"

karya Pdt. Himawan Djaja Endra, M.Min.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar